untuk melukiskan senyumannya,
mengabadikan keindahannya jauh di ruas-ruas hatimu,
Setelah tiap bagian bibir indahnya menyentuhi tiap sudut bibirmu,
setelah manjanya memenuhi tiap kebersamaan yg lebih dr sekedar nyata.
Setiap dia memintamu dgn sangat dalam untuk jangan pergi, sekalipun hanya hitungan menit kehadiranmu digantikan jarak darinya?
Setiap merasakan kecemburuannya yang sekalipun tidak pernah diakui?
Apa yang kamu rasakan sekarang?
Setiap dia memangilmu, "sayang",
setiap dia melayangkan betapa dia ingin bersamamu sesaat itu juga, saat sejengkal saja mencoba membentangimu darinya?
Apa yang kamu rasakan?
Ketika dia menjadi sistem fikir yang sama dengan sistem fikirmu,
ketika dia membanggakanmu di belakang yang kamu tau,
ketika dia menyukai apa yang juga kamu sukakan,
ketika dia menyukai tempat di manapun kamu dan dia bertemu,
bersama,
berjibaku dengan sgala cerita-cerita yang akan abadi oleh kenangan?
Ketika dia menceritakan apa yang terjadi hari ini dengan bahasa tubuh yang membuatmu begitu sadar bahwa dia begitu indah?
Apa yang kamu rasakan?
Ketika dia menangis di hadapanmu, menyanyikan kesedihan akan ketakutan yg mgkin dihadirkan oleh daya sekejam perpisahan?
ketika dia merebahkan kesunyian di pundakmu, di pelukanmu?
Apa yg km rasakan?
Ketika dia mencumbuimu?
Ketika dia dengan malu sekaligus begitu berani dan begitu indah menghadirkan sensasi yg tidak mungkin ingin kamu gadaikan dengan apapun?
Apa yang kamu rasakan ketika takdir memihakmu untuk memilikinya?
,,dirinya, geraknya, langkah kakinya, mata indahnya, sedihnya, bahagianya, air matanya, cara fikirnya, cerita hari-harinya, segalanya?
Apa yang kamu rasakan?
Aku, merasa sangat sempurna ketika dipihaki waktu yang memihakimu sekarang.
Hingga keberpihakan waktu kadang, membawa dia mengetuki pintu-pintu yang telah harus terkunci,
sebegitu saja tersenyum di hadapan hariku untuk menghadirkan kembali langkah-langkah kecil,
untuk memiliki sedikit keberpihakan waktu dan merasai kembali apa yg sekarang mungkin sepenuhnya telah kamu miliki,
yang kemudian dibuyarkan nyata,
kemudian setelahnya kembali disatukan mimpi,
lalu dihentikan sesekejap pejam yg mengingatkan kami ttg kenyataan,
disatukan,
dihentikan,
yang entah apakah akan benar-berakhir,
atau telah dituliskan agar tetap menjadi rahasia yang selalu mencoba kembali hadir.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar