Senin, 28 Januari 2013

It's just about me, blue, and green.

"Me, Blue, and Green"
 Model: Me
Taken by MUM, using Canon EOS 60D
,,dan tidak satu pun saya sesali tiap-tiap pertemuannya, kebersamaannya, bahkan hingga perpisahannya. Tiap-tiap kisah baik buruknya, bahagianya, pun juga pedihnya. Saya nikmati semua itu sebagai "proses". Karena jelas saya tidak akan menjadi saya yang sekarang, pun kamu tidak akan menjadi kamu yang sekarang, tanpa apa yang bisa kita hargai sebagai "proses" tadi. 
Tanpa pernah bersama A, saya tidak pernah menjadi pribadi dengan karakter Z, tanpa B, saya tidak memiliki karakter Y, tanpa C, saya tidak memiliki sifat X, dan tanpa D saya tidak mungkin menjadi pribadi W. Dan bagi saya kesemuanya memperkaya khasanah pribadi secara positif. Untuk itu, saya tidak menyesali apapun. Dan untuk sebuah opportunity, dari semua masa yang sudah dilewati, sampai detik ini, masa yang terbaik adalah detik ini. Sekalipun terbaik tidak selalu terindah, maupun sebaliknya, yang terindah tidak selalu yang terbaik. Walau, ya, ada titik kesempurnaan dimana kita bisa mencapai apa yang "terbaik dimana sekaligus juga dirasai sebagai apa yang terindah", (kesempurnaan yang belum saya dapatkan saat ini. :). Namun detik ini tetaplah yang terbaik. Karena apa? Karena pada detik ini, keputusan atas sebuah sikap pada detik itulah yang menentukan detik-detik selanjutnya untuk menjadi detik yang kita tidak pernah tahu kebahagiaan tidak terbatas apa yang masih dapat kita capai.
Terimakasih, kepada pribadi-pribadi terindah dan terbaik yang pernah saya miliki dengan sepenuh hati. Saat ini, secara tiba-tiba saya mengenang dengan tersenyum tanpa sesal untuk apa-apa yang pernah terjadi, dan kita semua lalui. :)




--at Virgin Beach, Pari Island.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar